Sentra Kerajinan Tusuk Sate Di Kampung Cipicung

0 339

Sentra Kerajinan Tusuk Sate Di Kampung Cipicung

Meski peningkatan permintaan berdampak terhadap penghasilan perajin, namun nilai jual tusuk sate sebesar Rp 5 per tusukterlalu murah. Di samping itu, upah itu tidak sebanding dengan rumitnya proses pembuatannya yang cukup rumit serta menyita waktu. Padahal, para pedagang di pasar bisa mengantongi untung yang lebih banyak. Para pedagang pada umumnya menjual Rp 5 ribu untuk 300 tusuk sate.

“Walau murah tetap kami kerjakan karena memang tusuk sate yang selama ini bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari warga di sini. Bahkan sudah menjadi mata pencaharian bagi warga di sini,” ujar Kordinator perajin tusuk sate di Kampung Cipicung atas, Edi.

Seperti diberitakan sebelumnya, perajin tusuk sate di RT 1/2 Kampung Cipicung atas, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, mulai kebanjiran pesanan jelang Iduladha. Permintaan tusuk sate di Kampung Cipicung mengalami peningkatan sampai 100 persen sejak seminggu terakhir ini.

Sekitar 100 perajin di kampungnya mulai lembur dari pagi sampai malam untuk membuat tusuk sate. Sebab para pedagang di sejumlah pasar di Bogor dan Jakarta membutuhkan sekitar 4 juta sampai 6 juta tusuk sate jelang hari raya kurban yang jatuh pada Minggu 5 Oktober 2014.

Source http://jabar.tribunnews.com http://jabar.tribunnews.com/2014/09/28/perajin-tusuk-sate-tetap-memproduksi-meski-harga-per-tusuk-murah
Comments
Loading...