Sentra Kerajinan Tusuk Sate Di Kuningan

0 337

Sentra Kerajinan Tusuk Sate Di Kuningan

Bisnis apapun jika tekun untuk digeluti akan membuahkan hasil yang cukup menggiurkan. Seperti perajin tusuk sate misalnya, sejumlah perajin tusuk sate di Desa Talahab, Citangtu, Kuningan kebanjiran order menjelang hari raya Idul Adha, dengan keuntungan yang cukup menjanjikan.

Banjirnya pesanan menjelang lebaran Haji ini meningkat hingga dua kali lipat dari hari-hari biasa. Datangnya pesanan bukan hanya dari daerah Kuningan, namun ada beberapa daerah luar kota seperti Cirebon dan Insramayu yang memesan hasil perajin tusuk sate asal Kuningan ini.

Salah seorang perajin tusuk sate, Tarsih kepada awak media saat dijumpai dikediamannya, menerangkan, jika sejak sebulan terakhir ini harus sedikit kerja lebih keras membuat tusuk sate dari bilah bambu bersama ibunya. Meski hanya mengandalkan alat sederhana berupa pisau raut tradisional, namun dirinya mengaku bisa membuat hingga 3.000 batang tusuk sate setiap harinya. Padahal, jika di hari-hari biasa dirinya hanya membuat seribu tusuk sate.

Baginya, meningkatnya jumlah pesanan biasa terjadi menjelang Lebaran Idul Adha. Karena keterbatasan tenaga, jadi maksimal hanya tiga ribu batang saja per harinya,” terangnya. Untuk lebih dari itu kata Tarsih, dirinya tidak mampu. Naiknya permintaan, berdampak pada harga tusuk sate yang ikut naik.

“Iya sekarang dijual Rp600 per ikat, ya Cuma Rp100 aja naiknya. Satu ikat sekitar 100 batang tusuk sate,” sebutnya.

Dirinya Tarsih bersyukur dengan meningkatnya pesanan karena berdampak terhadap pendapatan yang diraihnya. “Lumayan saja kang, untuk tambah-tambah uang dapur. Sambil ngisi waktu luang, daripada bengong di rumah, lebih baik bikin tusuk sate,” ucapnya.

Dikatakan, cara pembuatannya juga cukup mudah, yakni bilah bambu utuh tersebut dipotong sesuai ukuran yang sudah ditentukan kemudian dibelah kecil-kecil. Selanjutnya, setiap batang bilah bambu kecil tadi diraut dengan pisau khusus dan salah satu ujungnya ditajamkan.

“Setelah dapat banyak, kemudian dijemur di bawah terik matahari langsung. Setelah dipastikan kering, tusuk sate tersebut kemudian digeleng-geleng di karet ban bekas untuk menghilangkan serat bambu yang tajam hingga tusuk terasa halus,” pungkasnya.

Source http://wowkuningan.com http://wowkuningan.com/bisnis-tusuk-sate-cukup-menjanjikan/
Comments
Loading...