Sentra Kerajinan Ukir Kayu Sumedang

0 243

Bagi warga Desa Cipacing, kerajinan ukir kayu tak hanya bernilai ekonomis, namun juga bentuk perhatian mereka terhadap budaya Sunda. Produk kerajinan ukiran kayu Cipacing itu antara lain berupa patung kayu, alat musik, dan juga wayang golek. Di sentra ini, setidaknya ada 12 pedagang yang membuka kios yang menjual kerajinan berupa alat musik rebana, gendang, angklung, topeng, patung, lukisan, dan juga jimbe serta aneka suvenir dari kayu.

Deden Nurrohman, salah satu pemilik kios mengatakan, pusat kerajinan ukiran kayu Cipacing itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Bahkan Deden mengklaim, sentra itu merupakan sentra ukiran kayu tertua di Jawa Barat. Banyak perajin dan pedagang ukiran kayu mewarisi keahlian serta usaha perdagangan ukiran secara turun temurun.

Deden juga mewarisi usaha kerajinan kayu dari orang tuanya yang membuka kios sejak 1982 lalu, saat itu jumlah kios masih terbatas. Tahun 2000 jumlah kios bertambah menjadi 10 kios. Produk kerajinan kayu itu tidak hanya melayani pesanan domestik. Deden bilang sebagian pedagang juga mendapat pesanan dari luar negeri. “Pembeli dari luar kebanyakan dari Filipina, Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat,” kata Deden yang mengaku bisa meraih omzet Rp 100 juta per bulan.

Lokasi Sentra Kerajinan Ukir Kayu

Di Sumedang juga ada pusat kerajinan ukiran kayu yang telah berumur puluhan tahun. Lokasi sentra itu ada di Cipacing, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Sumedang. Di Desa Cipacing yang terletak di perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung timur ternyata terdapat pusat kerajinan yang luput dari perhatian khalayak. Di sana ada puluhan warga yang menekuni pembuatan kerajinan ukiran kayu.

Source Sentra Kerajinan Ukir Kayu Sumedang Sentra ukiran Cipacing: Pusat ukiran kayu tertua di tanah Sunda (1)
Comments
Loading...