Sentra Kerajinan Wayang Kulit di Babakan

0 331

Sentra Kerajinan Wayang Kulit di Babakan

Wayang menjadi budaya adiluhung sejak zaman dahulu kala. Belakangan generasi muda yang menggemari makin menyusut jumlahnya, sehingga dikhawatirkan lama-lama wayang makin terpinggirkan. Beruntung, di kawasan Sukawati-Gianyar-Bali, masih ada perajin yang tetap berniat menjalankan usaha kerajinan wayang kulit, agar eksistensinya tetap terjaga.

Adalah Komang Sudiarsa, yang tinggal di Banjar Babakan-Sukawati, yang memilih membuka usaha kerajinan wayang kulit, untuk meneruskan keterampilan yang dimiliki keluarganya secara turun-temurun. Bahkan, sejak kelas III SD, Sudiarsa sudah berkecimpung membantu ayahnya membuat wayang, setelah pulang sekolah.

Ketika masih SD, Sudiarsa mula-mula membuat wayang dengan desain mudah, seperti Tualen. Lama-lama, setelah keterampilannya meningkat, baru ayahnya memberi kepercayaan untuk membuat tokoh wayang semacam Arjuna, Hanoman atau Yudistira, yang lebih rumit proses pembuatannya. Merasa sudah seharusnya meneruskan jejak keluarga untuk menggantungkan hidup di bidang kesenian, setelah lulus SMA akhirnya Sudiarsa meneruskan tongkat estafet bisnis keluarga sebagai pembuat kerajinan wayang.

“Bisnis ini ada pasang-surutnya. Kadang ramai, tidak jarang juga sepi. Kalau lagi ramai, banyak pesanan datang dari turis mancanegara yang kebetulan lagi liburan dan ingin membeli wayang untuk dibawa ke negaranya. Terutama turis dari Amerika Serikat dan Jerman, banyak yang menggemari wayang. Nah, mereka ini sering mampir ke art shop wayang saya, karena usaha ini sudah dirintis sebelum tahun 1970-an, jadi lumayan dikenal orang,” katanya.

Selain wisatawan, dalang-dalang se-Bali juga banyak yang memesan wayang kepada keluarga Sudiarsa. Harga wayang ini rata-rata Rp 200 ribu – Rp 300 ribu per tokoh. Kalau tokoh pewayangan seperti Krisna, maka harganya Rp 300 ribu, karena memang proses pembuatannya memerlukan tingkat kesulitan tersendiri.

Kalau mendekati hari raya Tumpek Wayang, biasanya pemesanan wayang menjadi ramai. Padahal di sekitar Banjar Babakan sudah banyak orang-orang yang ikut menerjuni pekerjaan sebagai pembuat kerajinan wayang, namun usaha yang digeluti keluarga Sudiarsa ini tidak pernah surut.

“Jadi namanya usaha apa saja memang ada masa ramai dan sepi. Begitu juga dengan usaha kerajinan wayang. Di Banjar Babakan sendiri sudah banyak perajinan wayang sekarang ini, namun masing-masing sudah punya pelanggan sendiri-sendiri,” kata Sudiarsa.

Source https://bisnisukm.com https://bisnisukm.com/anak-dalang-ini-geluti-usaha-kerajinan-wayang-kulit-lintas-generasi.html
Comments
Loading...