Sentra Kerajinan Wayang Kulit Di Tulungagung

0 424

Wayang kulit merupakan salah satu kebudayaan Jawa yang hingga saat ini keberadaanya masih eksis. Eksisnya wayang hingga saat ini tidak hanya karena keberadaan para dalang yang setia menampilkan seni pertunjukan syarat nilai tersebut, tetapi juga para pengrajin yang masih aktif berkarya membuat wayang.

Salah satu pengrajin Wayang Kulit yang masih bertahan adalah Mas Didik, Pria berusia 30 tahun asal Bendiljati wetan, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung ini sudah menekuni profesinya sebagai tukang tatah wayang kulit sejak masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama. Ia mengaku menyukai wayang kulit sejak masih Sekolah Dasar, lalu iseng iseng menggambar tokoh tokoh wayang di atas kertas gambar. Kesukaannnya itu terus di kembangkan, sampai akhirnya ia iseng mendapat tawaran dari salah seorang temannya untuk membuat wayang beneran dari bahan kulit kerbau.
Sejak saat itulah, ia terus mendapat pesanan untuk membuat wayang kulit dari kulit kerbau. Ia mengaku mendapat orderan dari para dalang di Tulungagung, Blitar, Malang, bahkan dari Jawa Tengah. Kehalusan serta ketinggian kesenian kerja tangan tertera pada watak-watak wayang kulit. Ciri pembuatannya melambangkan ketelitian serta ketinggian kesenian pembuatannya.
Mas didik, biasanya membutuhkan waktu 1 mingguan untuk membuat sebuah wayang ukuran tanggung dengan ukiran yang cukup rumit, contohnya tokoh Rama atau Kresna. Sedangkan untuk wayang ukuran sedang dengan tingkat kerumitan yang sedang seperti Setyaki, Udawa, Aswatama, diperlukan waktu kira-kira 5 hari untuk menyelesaikannya.
Source Sentra Kerajinan Wayang Kulit Di Tulungagung Mas Didik Pengukir Wayang Kulit Tulungagung
Comments
Loading...