Sentra Kerajinan Wayang Kulit Di Wonogiri

0 295

Sentra kerajinan wayang kulit di Desa Kepuhsari, Wonogiri, Jawa Tengah, mulai ramai pengunjung, termasuk turis dari mancanegara. Desa yang dapat ditempuh dua jam dari Solo atau Yogyakarta dengan kendaraan berpenduduk mayoritas pengrajin wayang kulit.

Desa Kepuhsari memang berdandan dalam satu tahun terakhir dan September lalu menjadi Wayang Village, desa wisata untuk menarik para pengunjung menyaksikan tradisi dan budaya yang sudah berjalan turun temurun ini. Penggagasnya empat anak muda, Ariel Pradipta, Fiona Ekaristi, Patricia Sanjoto dan Rieke Caroline.

Lebih dari 30 rumah penduduk dijadikan ‘homestay’ atau siap untuk menampung pengunjung yang ingin menginap dan merasakan kehidupan di sentra kerajinan wayang kulit ini.

Pembuatan Wayang Kulit

Secara singkat, proses pembuatan Wayang Kulit tradisional ini biasa disebut Tatah-SunggingTatah (bahasa Jawa) berarti memahat atau mengukir, dan Sungging berarti mewarnai. Disebut Tatah-Sungging karena kedua proses ini adalah proses pembuatan Wayang Kulit yang utama dan memakan waktu paling lama. Dimulai dari proses awal bahan baku, yaitu kulit. Kemudian di gambar pola wayang tokohnya. Selanjutnya, kulit yang telah digambar pola tadi direndam dalam air sekitar 1 minggu. Kemudian kulit dikeringkan dengan cara direntang dan diangin-anginkan. Setelah benar-benar kering baru lah proses tatah.

Source Sentra Kerajinan Wayang Kulit Di Wonogiri Sentra Kerajinan Wayang Kulit Menjadi Ladang Pariwisata di Jawa Tengah
Comments
Loading...