Sentra Kerajinan Songkok Lamongan

0 298

Kerajinan Songkok Lamongan

Pengrajin songkok (kopiah) di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan Jawa Timur mulai merasakan berkahnya. Dikatakan, kalau hari-hari biasa memproduksi 100 kodi, pada bulan Ramadan bisa meningkat pesat hingga mencapai 200 kodi.

Permintaan itu datang dari berbagai kota di Indonesia, juga sampai luar pulau. karena pemasaran songkok Lamongan selama ini sudah menyebar di beberapa kota di Indonesia. Bahkan, ada pula pesanan songkok dari Malaysia dan Brunei Darusalam. Semakin meluasnya pesanan itulah yang membuat kerajinan songkok Lamongan sampai saat ini bertahan dan berkembang.

Untuk memenuhi permintaan produksi songkok, pengusaha songkok mempekerjakan warga sekitar. Sekaligus mengurangi pengangguran di desa dengan adanya produksi UKM kerajinan songkok.

Kekurangan Bahan Pembuatan Songkok

Namun sayangnya, ditengah membanjirnya pesanan, para pengrajin, dihadapkan pada kesulitan mendapatkannya bahan baku seperti bahan bludru.Pasalnya bludru itu Memang didatangkan dari Korea, dan untuk mendapatkannya sekarang sulit. Sementara kalau mau pesan bludru harus indens berbulan bulan. Dan ini harus diantisipasi jauh hari.

Meski begitu, masih saja ada kesulitan, yakni seringkali suplai bludru itu telat. Persoalan lain muncul adalah soal modal. Puluhan pengusaha kerajinan songkok di Lamongan butuh modal fresh untuk memenuhi pesanan yang terus mengalir.

Pihaknya minta pemerintah daerah memberikan perhatian pada para pengrajin. Soal inovasi, pengrajin sudah sangat piawai, tapi kebutuhan modal pemerintah harus turun tangan.

Source Sentra Kerajinan Songkok Lamongan Sentra Kerajinan Songkok Lamongan
Comments
Loading...