Sentra Sarung Goyor Sambirembe Di Sragen

0 324

Kerajinan Sarung Goyor Sambirembe

Nama sarung Goyor Sambirembe tidak akrab di telinga banyak orang Indonesia. Padahal, sarung tenun produksi Dukuh Wonosari, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini sudah membuat banyak konsumen mancanegara jatuh hati.

Sri Waluyani, seorang perajin tenun yang telah menggemakan sarung goyor hingga ke Somalia, Afrika. Hasil kerja Sri Waluyani dan sejumlah perajin di Desa Dukuh sangat digandrungi warga Somalia. Mungkin karena ketebalan hasil tenunan.

Ketertarikan orang Somalia pada sarung Goyor terutama karena kemiripannya dengan jenis pakaian yang biasa dipakai warga negara tersebut. Tebal, hasil tenunan yang rapat dan corak warna khas sana. Juga karena hangat kalau musim dingin dan sejuk kalau musim panas.

Hanya sebagian kecil sarung Goyor diekspor ke Turki dan beberapa negara lain di Afrika. Itu pun menyebar setelah masuk melalui Somalia terlebih dahulu. Kalau untuk dalam negeri memang tidak cocok dengan sarung Goyor. Mungkin karena beda iklim dengan Somalia.

Harga yang berkisar Rp 150.000–Rp 300.000 dianggap tidak pas untuk penduduk Indonesia. Tetapi, harga benang dan ongkos produksi tak sebanding jika harus menurunkan harga. Apalagi untuk menenun butuh waktu paling cepat dua hari untuk satu ukuran tenunan 140 x 400cm jika musim kering, atau empat hari jika musim hujan dengan kondisi bolam lampu terus menyala.

Menenun sarung Goyor dimulai dengan menggambar pola benang, menyusun pengikatan/talen dengan tali rafia, memastikan pewarnaan, lalu pemintalan benang. Semua proses tentunan dilakukan secara manual, tanpa mesin.

Bahkan untuk menyeimbangkan pedal, sejumlah batu diikat dengan tali yang berasal dari kain-kain bekas. Sebelum anak panah dilempar dari kiri ke kanan atau sebaliknya, kekompakan kaki dalam mengayun pedal yang ditimbang dengan batu atau potongan kayu akan sangat menentukan kerapatan benang.

Hal itu juga terjadi pada kelompok kerajinan batik dan kerajinan rotan. Sayangnya, itu tidak dibina dan dipelihara, hingga kemudian Koperasi Agawe Makmur mulai menatanya lagi dalam beberapa tahun terakhir.

Source Sentra Sarung Goyor Sambirembe Di Sragen Sentra Sarung Goyor Sambirembe Di Sragen
Comments
Loading...