Siswa SMP Sulap Limbah Menjadi Kerajinan Di Bantul

SONY DSC
0 148

Siswa SMP Sulap Limbah Menjadi Kerajinan Di Bantul

Limbah tanaman tak terpakai, bisa disulap menjadi berbagai barang bernilai jual tinggi. Modalnya cukup kreativitas, keuletan, dan mau terus belajar. Itulah yang dilakukan sejumlah siswa SMP Terbuka di berbagai daerah.

Di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, misalnya, limbah batok kelapa biasanya hanya dimanfaatkan untuk arang oleh masyarakat setempat. Namun di tangan siswa SMP Terbuka 4 Pandak, Bantul, pecahan-pecahan batok kelapa bisa dikreasikan menjadi pelapis pada beragam mebeler, seperti meja, lemari, kap lampu, cermin, vas bunga, kotak tisu, hingga bingkai foto.

Bahkan, serbuk sisa dari penghalusan batok kelapa tak akan terbuang. Serbuk batok kelapa yang diberi resin dan pewarna resin dimanfaatkan untuk mendempul permukaan hiasan dari batok kelapa yang kurang rapat.

Tak heran, jika kreasi batok kelapa karya siswa SMP Terbuka 4 Pandak itu diserbu pembeli dalam ajang Lomba Motivasi Belajar Siswa Mandiri (Lomojari) Ke-10 di Jakarta pada Juli ini. Para juri pun memilih karya siswa SMP Terbuka 4 Pandak sebagai juara pertama kategori kerajinan kayu anyaman.

Sudarmono, Wakil Kepala SMP Terbuka 4 Pandak, menjelaskan, inovasi kerajinan yang memanfaatkan limbah batok kelapa ini dikembangkan untuk menambah bekal keterampilan siswa SMP Terbuka supaya bisa mandiri seandainya tidak mampu melanjutkan ke SMA/SMK.

Produk kerajinan batok kelapa SMP Terbuka 4 Pandak ini dijual dari harga puluhan ribu hingga Rp 500.000. Untuk batok kelapa terbilang murah, satu karung hanya Rp 15.000. Untuk per sentimeter pelapisan batok kelapa senilai Rp 50.

Source http://internasional.kompas.com http://internasional.kompas.com/read/2012/07/23/11402657/Siswa.SMP.Terbuka.Ubah.Limbah.Jadi.Kerajinan
Comments
Loading...