Sulap Balon Menjadi Kerajinan Lampion Di Cianjur

0 174

Sulap Balon Menjadi Kerajinan Lampion Di Cianjur

Berbicara soal kreativitas masyarakat Cianjur memang tak ada habisnya. Keahlian para pengrajin di Kota Tauco ini seolah sudah melekat dalam dirinya masing-masing. Tak heran jika lahir produk unggulan seperti batik beasan dan lampu lampion gentur yang tak hanya dikenal wisatawan lokal, namun juga digemari wisatawan domestik.

Kedua produk tersebut yang paling terkenal, namun masih banyak produk unggulan lainnya yang bukan tak mungkin bisa segera menyusul untuk menembus pasar Asia maupun Internasional.

Seperti halnya lampion unik hasil kreativitas warga Kampung Kalibundar, Desa Maleber, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur. Lampion yang pada umumnya terbuat dari bahan dasar kain ataupun kertas berwarna, namun melalui tangan kreatif para pemuda karang taruna, lampion khasnya dibuat dari benang wol dan balon tiup.

Itulah keunikan dan kekhasan lampion Kalibundar yang membedakan dengan produk lampion di daerah lainnya. Meski terbilang baru, namun produknya sudah mulai dilirik sejumlah konsumen. Apalagi lampion dari Kampung Kreatif ini dibuat dengan beragam karakter gambar.

Tak hanya cocok bagi kalangan dewasa saja, anak-anak pun dijamin suka karena tersaji lampion dengan corak kartun seperti angry birds serta corak klub-klub sepakbola. Alhasil, karya para pemuda dari Kampung Kreatif ini dibuat untuk semua kalangan.

Ketua Karang Taruna Kalibudar, Yana Supriatna mengaku aktivitas para pemuda dalam memproduksi lampion ini baru berjalan dua bulan. Semuanya berawal dari kenginan yang sama untuk mengembangkan kreativitas warga.

“Awalnya kita buka-buka internet, kita pilih-pilih mana yang bagus buat kerajinan, akhirnya dipilihlah kerajian lampion ini. Selain bisa menghasilkan keungtungan, ini juga merupakan kegiatan pemuda atau warga yang positif. Kami juga melibatkan ibu-ibu di sini,“ ujarnya.

Meski baru dua bulan, namun mereka mampu menghasilkan sekitar 15 hingga 20 produk lampion dalam seharinya. Para pemuda kreatif ini membandrol produknya Rp40-50 ribu tergantung corak dan tingkat kesulitannya.

Kini, sudah mulai bermunculan peminat yang ingin memesan lampion dari benang wol dan balon tiup ini. Tak hanya dari warga Cianjur saja, namun sudah banyak konsumen dari luar daerah.

Proses pembuatannya, Yana menyebutkan sangat sederhana. Pertama pengrajin harus meniup balon hingga membesar sesuai ukuran yang dibutuhkan. Balon yang sudah menggelembung lalu dilumuri lem kayu dan dililit dengan benang wol hingga seluruh permukaan balon ini tertutupi. Setelah itu, balon kembali dilumuri lem sebelum dijemur di bawah terik matahari hingga bagian benang wol ini mengering.

Nah, setelah proses penjemuran selesai, balon yang berada dalam lilitan benang wol ini kemudian dilepaskan hingga menciptakan kerangka dari lampion. Proses terakhir, pengrajin mulai menyiapkan pola gambar sesuai karakter yang diinginkan.

Source http://www.sepertiini.com http://www.sepertiini.com/read/2015/01/10503/sulap-balon-jadi-lampion-pemuda-karang-taruna-hasilkan-produk-unggulan.html
Comments
Loading...