Sulap Bubur Kertas Menjadi Panel Dinding Di Bogor

0 255

Sulap Bubur Kertas Menjadi Panel Dinding

Krisis ekonomi tahun 1997 meninggalkan pengalaman pahit bagi Sumarsono. Pemilik usaha pembuatan panel atau ornamen dinding berbahan kertas penghias ruangan berbendera Laxvin Art ini menjadi salah satu korban krisis ekonomi itu.

Lebih dua tahun Sumarsono bertahan hidup berbekal uang pesangon. Pada tahun 2000, ia memutuskan bekerja serabutan dengan cara menjual benda-benda seni seperti patung dan lukisan. Keahlian dalam bidang seni ia peroleh dari keluarganya yang kebanyakan seniman. “Kebetulan saya besar dari keluarga seniman pematung,” ujar Sumarsono.

Namun, upaya Sumarsono pertama kali membuat bubur kertas dari koran bekas itu berujung sia-sia lantaran ia belum paham dengan takaran air dengan takaran kertas agar menghasilkan bubur kertas yang seimbang.  Namun, pria yang belajar mengolah kertas secara otodidak itu pantang menyerah. Kegagalan demi kegagalan ia lewati, hingga akhirnya tahun 2007 Sumarsono sukses membuat bubur kertas sekaligus mengolahnya menjadi panel atau ornamen hiasan dinding.

Modal yang terbatas, ia pun nekad menjual sepeda motor serta meminjam modal dari kerabat untuk memulai usaha panel. “Saat itu, modal saya kumpulkan Rp 60 juta,” kata Sumarsono yang membuka usaha di Cilebut, Bogor, Jawa Barat itu.

Modal kerja itu, ia gunakan untuk membeli peralatan daur ulang, bahan baku kertas koran, cat serta biaya operasional. “Modal itu untuk membiayai produksi pertama,” ungkap Sumarsono.

Dari situ, Sumarsono bisa memproduksi 11 unit panel yang siap jual. Panel itu dipasarkan di salah satu pasar di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Hanya dalam waktu dua jam saja, sembilan lembar panel ukuran 85 centimeter (cm) x 120 cm itu laris terjual. “Omzet pertama saya waktu itu capai Rp 4 juta,” urainya.

Mengetahui karyanya bisa dijual, Sumarsono memutuskan menambah produksi. Produk panel miliknya kemudian dikenal di Cibinong, Bogor dan juga Depok. “Peminatnya juga dari perkantoran, hotel dan restoran” tutur Sumarsono.

Hingga kini, pria yang hobi jalan-jalan itu bisa menjual panel berukuran 45 cm x 45 cm sebanyak 400 buah per bulan. Untuk setiap panel, Sumarsono menjualnya seharga Rp 150.000 per panel. Dalam sebulan, Sumarsono bisa meraup omzet hingga Rp 60 juta. Dari total omzet tersebut, ia mengaku mendapatkan margin usaha hingga 50%. “Labanya bisa mencapai Rp 30 juta,” ujarnya terus terang..

Source Sulap Bubur Kertas Menjadi Panel Dinding Di Bogor Sulap Bubur Kertas Menjadi Panel Dinding
Comments
Loading...