Sulap Kerajinan Barang Bekas Jadi Tikar Bernilai Jual Di Aceh Utara

0 161

Sulap Kerajinan Barang Bekas Jadi Tikar Bernilai Jual Di Aceh Utara

Setiap masyarakat identik membuang barang-barang bekas di pakainya. Namun, bagi Suriati, warga Desa Alue Keujruen, Tanah Luas, Aceh Utara malah sangat bermanfaat.

Ibu paruh baya ini menyulap barang-barang bekas tersebut untuk mendongkrak ekonomi keluarganya. Dia mengkreasikan plastik bekas minuman menjadi tikar dan taplak meja. Demikian disampaikan, Suriati kepada mahasiswa KKN Unimal saat menyambangi kediamannya.

Pekerjaan ini sebagai sampingan dirinya untuk membiayai keluarga. Kerajinan dibuat seperti tikar dan taplak meja.”Saya menganyam tikar dari plastik bekas ini sebagai kerja sampingan. Saya kesehariannya sebagai petani. Jika cuaca bagus baru saya bertani, jika tidak hanya menganyam tikar,” kata Suriati.

Dia mengaku selama ini sering memilih pakai plastik bekas kopi sachet luwak jenis White Coffe.Hal ini karena warnanya bagus dan cantik. Membuat tikar dari plastik bekas ini mudah, namun kendalanya hanya saat mengumpulkan kertasnya saja. “Kesulitannya hanya mencari plastik bekas. Jika sullit sekali, mengayam tikar bisa mencapai waktu sekitar 3 bulan,” tambah Suriati.

Selain tikar, dia juga bisa membuat alas meja dapur dengan menghabiskan waktu sekitar 1 bulan. Suriati mengaku dia awalnya belajar membutuhkan waktu 3 bulan lamanya. Katanya, cara membuat tikar terlebih dahulu menggunting plastiknya, dirapikan, dicuci setelah itu di jemur. Butuh waktu setengah jam untuk penjemuran hingga airnya kering dan di kucek-kucek agar isinya hilang dari dalam plastik.

“Ibu buatnya lama, karena sendirian menganyam, terkadang anak-anak bantuin. Tikar ini bisa digunakan untuk acara pernikahan sebagai hiasan dan tempat duduk. Dengan kreasi ini, bisa membantu sedikit pemasukan ekonomi keluarga,” sebut Suriati.

Source https://pelita8.com https://pelita8.com/kisah-suriati-sulap-barang-bekas-jadi-tikar-bernilai-jual/
Comments
Loading...