Sulap Limbah Menjadi Kerajinan Alat Rumah Tangga Di Padang Lawas

0 316

Sulap Limbah Menjadi Kerajinan Alat Rumah Tangga Di Padang Lawas

Batang kelapa yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah, dan kerap dijadikan kayu bakar, ternyata memiliki nilai ekonomis. Tentunya setelah diolah menjadi beragam jenis produk kebutuhan rumah seperti piring, mangkok, kotak tissue, teko, kursi dan sebagainya.

Kerajinan ini merupakan karya salah seorang warga Kabupaten Padang Lawas, Supriato yang dihadirkan di stand Pemkab Padang Lawas. Bahkan beragam produk ini sudah sempat dipasarkan hingga ke Jakarta dan juga Bali.

Kepala Bidang UMKM Dinas Perindustrian dan UMKM Kabupaten Padang Lawas, Mahyuddin Harahap disela-sela pameran dan pasar UMKM Sumut di Gedung Serba Guna menyebutkan, mereka menghadirkan beragam produk dari berbagai pelaku UMKM. Sejumlah kerajinan yang dihadirkan di stand tersebut seperti kerajinan dari batang kelapa yang sudah tua, dan tidak bisa dimanfaatkan lagi. Kemudian diolah menjadi barang yang lebih bermanfaatkan dan menghasilkan uang.

“Batang kelapa yang digunakan ini harus yang sudah tua, untuk dijadikan kerajinan. Namun kebetulan, yang perajinnya saat ini sedang mengikuti pameran di Jogja, sehingga tidak memungkinkan untuk ikut disini dalam waktu yang bersamaan,” katanya.

Selain produk tersebut sambungnya, Dinas Koperasi Perdagangan dan UMKM Padang Lawas juga membawa beragam jenis kuliner khas daerah setempat. Seperti wajit, dodol palas, sasagun, madu lebah. Kemudian masih ada, kerajinan lainnya, dari tempurung kepala yang dijadikan sebagai asbak, cangkir dan lainnya.

“Tidak itu saja, kerajinan dari rotan juga. Namun tidak bisa kita bawa. Kerajinan dari rotan ini, karena memang, di Padang Lawas ini masih banyak ditemukan rotan di hutan. Ini kemudian dimanfaatkan,” ujarnya.

Produk-produk yang disajikan dipameran ini ditawarkan dengan harga yang bervariasi. Tergantung jenis dan bentuk serta ukurannya, mulai Rp 20 ribu. Dari pameran ini diharapkan bisa membuka pangsa pasar yang lebih luas, disamping juga terjadi transaksi.

Dalam kesempatan yang sama Mahyuddin menambahkan, di daerah pemekaran ini, setidaknya terdapat seratusan pelaku UKMK yang masuk dalam binaan pemerintah. Namun dari jumlah ini, yang aktif tercatat hanya sekira 40 an saja. Dia menambahkan, pelaku usaha yang dibina terdiri dari beragam jenis usaha. Semisal mengolah barang yang tidak terpakai, pengolahan ubi kayu menjadi kripik sambal dan tape.

Source http://mikronews.com http://mikronews.com/pemkab-padang-lawas-ubah-sampah-jadi-alat-rumah-tangga/
Comments
Loading...